Didalam
kehidupan ini, perlu kita sadari bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatunya itu berpasang-pasangan.
Ada Laki-laki berarti ada juga perempuan. Jika ada tinggi, maka juga ada yang
rendah. Jika ada yang kaya maka ada yang miskin. Begitu juga dengan adanya
keberhasilan, pasti juga ada kegagalan.
Semua
orang pasti tidak ingin mengalami kegagalan. Anda pun pasti merasa demikian. Apa
itu gagal? persepsi setiap orang mungkin berbeda-beda dalam mengartikan
kegagalan. Namun, sama definitifnya. Ada dua pandangan dalam menyikapi sebuah
kegagalan. Disatu sisi seseorang akan merasa tertekan dan merasa tidak bisa;
tidak cocok atau merasa tidak ditakdirkan untuk mendapatkan sesuatu yang sedang
ia perjuangkan disaat ia gagal, namun disisi lain, apabila anda menyikapinya
dengan hal yang berbeda maka kegagalan itu menjadi suatu pertanda bahwa ada hal
yang perlu diperbaiki agar nantinya hal yang kita kerjakan menjadi lebih baik
atau sesuatu yang kita perjuangkan dapat diraih, belajar dari sebuah kegagalan
sebelumnya.
Tentu
pandangan yang kedua inilah yang seharusnya dilakukan oleh seseorang apabila ia
telah dihadapkan oleh kegagalan. Inilah yang namanya proses kehidupan. Jika
saat ini anda merasa gagal menghasilkan, mendapatkan atau menjadi sesuatu yang
anda inginkan, tentu jangan pernah berpikir anda tidak bisa.
Misalnya,
suatu ketika diadakan sebuah kontes menyanyi di kota anda. Sebelumnya anda
tidak pernah mengikuti lomba menyanyi seperti ini, atau kontes-kontes menyanyi
manapun. Akhirnya, anda memutuskan untuk mengikuti kontes tersebut karena anda
merasa mempunyai kualitas menyanyi yang baik dan ingin mengukur seberapa
baik-kah cara menyanyi anda. Waktu terus berjalan dan kontes tersebut telah
dimulai. Beberapa menit lagi giliran anda yang maju untuk menyanyikan sebuah
lagu dihadapan dewan-dewan juri dan penonton serta pendukung anda. Kemudian
muncul rasa was-was dan nervous yang berlebihan dalam diri anda karena mungkin
ini adalah kali pertama anda bernyanyi dalam sebuah lomba. Cara menyanyi anda
kacau dan tidak terkendali, kebingungan dan lupa lirik mungkin sampai-sampai rasa
malu mencabik-cabik batin anda. Pada akhirnya, dewan juri mengumumkan tiga
pemenang dan anda dinyatakan gagal dalam kontes tersebut. Mungkin, anda
menyesal dan merasa bahwa anda sama sekali tidak mempunyai keahlian dalam
bidang menyanyi serta tidak akan mengikuti kontes-kontes menyanyi lagi sampai
kapanpun.
Ada
sebuah kasus juga dimana seseorang sedang menjalankan bisnis usaha. Kemudian
suatu ketika ia dihadapkan oleh sebuah permasalahan yang sulit sehingga ia
tidak dapat menjalankan bisnisnya lagi, korban penipuan misalnya, atau terkena
musibah kebakaran, perampokan dan lain-lain. Boleh dikatakan ia gagal dalam
menjalankan bisnis. Namun, jika seseorang itu menanggapi kegagalan dengan poin
yang kedua tadi, maka keadaan akan menjadi lebih baik. Bangkit dari kegagalan
dan belajar dari kegagalan itu sendiri, dimana ia harus lebih berhati-hati
lagi, memperkuat keamanan usahanya dan langkah-langkah positif lainnya sehingga
dikemudian hari ia akan dengan mudah meraih kesuksesannya.
Dari
kejadian tersebut, ada pelajaran yang dapat kita ambil bahwa kegagalan selalu
datang lebih dulu daripada keberhasilan, dan kebanyakan seseorang akan
memutuskan untuk berhenti berusaha menggapai impiannya sebagai imbas dari
kegagalan tersebut. Padahal jika ia melanjutkan usahanya untuk mencapai sesuatu
setelah kegagalan itu, mungkin ia tidak akan gagal lagi dan semakin dekat
dengan kesuksesannya. Dapat dibilang, jika anda memulai impian anda ditangga
pertama, kemudian anda gagal ditangga kedua, maka anda akan lebih mudah naik
ditangga ketiga dan lebih cepat meraih kesuksesan.
Banyak
pepatah juga yang bilang bahwa kegagalan adalah guru yang paling baik.
Kegagalan adalah awal dari sebuah kesuksesan. Coba sekarang lihat Thomas Alfa
Edison, 999 kali ia melakukan percobaan bola lampunya dan selalu gagal. Namun
pada akhirnya, ia berhasil menciptakan bola lampunya pada percobaan ke-1000
kalinya sehingga dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia sampai detik ini.
Pada abad ke-21 ini, dimana teknologi serba canggih dan modern, amat mustahil
jika anda berhenti karena kegagalan. Edison saja bisa pada jamannya, mengapa
anda tidak?





