Sabtu, 31 Maret 2012
PAMER PAMEEER
Alhamdulillah ya Rabb. Tanpa campur tangan-Mu, mustahil aku bisa tampil di acara se-UB, Olimpiade Brawijaya 2011. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang pandai bersyukur, mensyukuri segala nikmat yang ia terima. Meskipun boleh dibilang kalah kelas dengan event-event yang lain, ambil contoh Indonesian Idol, Festival Keroncong se-Malang Raya dan lain-lain, namun, alangkah tidak pantas jika kesempatan ini tidak disyukuri. Karena perlu diketahui juga, bahwa dengan bersyukur maka Allah swt. akan menambah nikmat-Nya kepada kita. Alhamdulillah penampilanku saat itu diapresiasi dengan diamanatkan sebagai Juara 3 Penyanyi Keroncong OB (Olimpiade Brawijaya) 2011.
Jumat, 30 Maret 2012
ACTION
![]() |
| http://retnosdiary.blogspot.com |
Angan-angan tanpa diiringi dengan
sebuah aksi, tanpa sebuah usaha, perjuangan, tentu hanya akan menjadi angan-angan
saja. Misalnya, suatu ketika anda membutuhkan uang yang jumlahnya cukup besar
untuk suatu hal, sedangkan kondisi keuangan anda saat ini tidak memungkinkan
untuk menghasilkan uang tersebut. Maka tidak mungkin jika anda hanya
berangan-angan tanpa sebuah usaha kemudian tiba-tiba uang tersebut muncul di
hadapan anda. Butuh sebuah usaha dan kerja keras karena uang tidak jatuh dari
langit.
Action
merupakan poin yang boleh dibilang sangat menentukan bagaimana nasib impian
anda. Seberapa besar intensitas action yang anda lakukan menentukan
besar-kecilnya hasil yang akan anda dapatkan.
Jangan
Lupakan Doa
Semasa kecil mungkin kita masih
ingat bagaimana cara kita untuk mendapatkan sesuatu, mobil-mobilan misalnya.
Melihat teman sebaya kita mempunyai mobil-mobilan, terkadang menumbuhkan rasa
dan hasrat di dalam benak kita untuk memiliki mobil-mobilan yang sama. Mungkin
kemudian kita mulai menabung sebagian dari uang saku kita untuk membeli
mobil-mobilan tersebut. Sebagai cara agar kita lebih cepat untuk memiliki benda
tersebut mungkin kita memberitahukan niat kita itu kepada orangtua. Dan pada
akhirnya, orangtua kita diam-diam membelikan mobil-mobilan tersebut sebagai
hadiah sehingga kita merasa surprize dengan
hadiah tersebut.
Demikian halnya dengan berdoa. Tuhan
memerintahkan kita untuk meminta kepada-Nya. Disamping bekerja keras untuk
menggapai impian-impian kita, juga dibarengi dengan doa niscaya impian-impian
kita ini akan lebih cepat tercapai.
Konsisten
Sebuah pekerjaan jika dikerjakan
secara tidak konsisten tentu tidak akan mermbawa hasil. Atau pekerjaan itu
dapat selesai namun membutuhkan waktu yang cukup lama atau hasilnya juga tidak
memuaskan.
Saya ambil contoh usaha MLM
misalnya. Seorang distributor MLM pada umumnya dituntut untuk mengajak dan
mempengaruhi seseorang untuk turut bergabung dalam bisnisnya. Usaha mengajak
orang itu tentu tidak mudah, dan terkadang seorang distributor tersebut merasa
putus asa, mungkin karena dalam bulan tersebut dia tidak bisa mendapatkan
satupun agen baru yang bekerja dibawahnya. Belum lagi kalau Leader bisnis
tersebut marah-marah karena hal tersebut juga mempengaruhi turunnya omset
penjualan produk dalam suatu bulan. Dari perasaan yang akhirnya malas-malasan
dan cenderung setengah hati itulah yang pada akhirnya tidak akan membuahkan
hasil yang baik.
Sama ceritanya dengan menjadi
atlet sepakbola. Apabila dia bermalas-malasan berlatih, dan dalam setiap
pertandingannya dilalui dengan tidak konsisten, maka dia tidak akan bisa
menjadi pemain sepak bola yang hebat.
Jadi, poin yang harus anda ingat
disini adalah suatu pekerjaan tidak akan berhasil jika tidak dilakukan secara kontinuitas/
terus menerus.
“There
is no such thing in anyone's life as an unimportant day. ( Alexander Woollcott)”
Senin, 26 Maret 2012
IMPIAN
![]() |
| anshary90.wordpress.com |
Berbicara
mengenai impian tentu tidak akan pernah ada habisnya. Karena memang
pada dasarnya manusia diciptakan sebagai makhluk yang tidak pernah puas.
Namun, impian itu sangat penting adanya. Tanpa impian, manusia tidak
akan bisa berkembang, berkompetisi, tidak akan bisa survive dalam
kehidupannya yang cukup singkat ini. Tanpa impian, dia akan selalu
dilanda kebingungan, tidak akan bisa menjalani hidup ini dengan baik.
Mungkin, boleh dibilang manusia tidak akan bisa hidup.
Ya, saya masih sangat yakin bahwa setiap manusia pasti tidak ada yang seperti itu. Setiap manusia pasti punya impiannya masing-masing, dan mempunyai pilihan yang berbeda-beda untuk mendapatkan impiannya itu. Impian bukan hanya sifat ingin memiliki suatu benda, namun juga berarti menginginkan suatu yang abstrak, yang akan terasa kongkrit keberadaannya jika seseorang itu berhasil mendapatkannya. Bisa berarti mendapatkan suatu jabatan tertentu, pekerjaan, pendidikan, ataupun status sosial tertentu dalam masyarakat.
Misalnya, keinginan untuk memiliki suatu benda seperti mobil, rumah atau barang-barang mewah lainnya dengan keinginan untuk bekerja di suatu perusahaan besar, bekerja dengan pendapatan yang besar dan atau status sosial yang tinggi dimasyarakatnya tentu merupakan beberapa hal yang berbeda namun berkaitan, dua hal yang tidak bisa dilepaskan. Untuk bisa bekerja di suatu Perusahaan besar, anda harus berani bersaing, harus berani berusaha sekeras mungkin untuk bisa mengalahkan ribuan orang yang mengantri untuk mendapatkan posisi di Perusahaan tersebut. Sama halnya dengan impian untuk memiliki mobil. Tidak mungkin anda bisa menikmati mobil mewah, yang harganya bisa mencapai ratusan juta jika anda sendiri malas-malasan bekerja, atau bahkan menganggur. Apalagi jika anda berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja.
Setiap manusia pasti mempunyai impian yang bermacam-macam. Belum tentu impian saya sama dengan impian anda. Begitu juga cara untuk mendapatkan impian tersebut pasti berbeda-beda, namun terdapat persamaan prinsip yang harus kita perhatikan.
BERANI BERMIMPI
Dulu sewaktu masih kecil, kita pasti sudah mengenal apa itu cita-cita. Ada yang bercita-cita ingin menjadi pilot, dokter, polisi, bahkan ada juga yang bercita-cita untuk menjadi seorang Presiden. Meskipun orangtua kita mungkin sering berkata, jangan bercita-cita terlalu tinggi, nanti jatuhnya sakit. Namun kita tetap teguh kepada cita-cita kita tersebut, mungkin malah semakin menjadi-jadi, seperti “Aku ingin terbang mengelilingi dunia”. Kini, seiring dengan bertambahnya usia, dimana kita sudah mulai mengerti banyak hal dalam kehidupan, banyak dari kita yang merasa takut dan ragu akan impian-impiannya dimasa kecil. Malah ada yang berkata bahwa, hidup itu tidak perlu muluk-muluk, jalani seperti air yang mengalir. Pernyataan tersebut tentu boleh-boleh saja. Tetapi, hasilnya juga pasti akan biasa-biasa saja. Kita tidak akan bisa menjadi apa-apa jika kita tidak ada sedikitpun keberanian untuk bermimpi.
Kemudian, bagaimana seorang Koesno Sosrodihardjo (Ir. Soekarno) bisa menjadi pemimpin besar Negeri ini, dan seorang Thomas Alfa Edison menjadi ilmuan besar dengan penemuan bola lampunya. Tentu karena impian besarnya lah yang membawa mereka menjadi manusia yang sampai saat ini masih dikenang. Mungkin tanpa kegigihan perjuangan Soekarno dan pahlawan-pahlawan kita beserta mimpi-mimpinya akan kemerdekaan, kita belum tentu bisa menikmati kehidupan seperti ini dan mungkin juga tanpa semangat Edison dengan penemuan lampunya, dimana dia menghabiskan ribuan kali percobaan yang selalu gagal, tidak akan ada lampu dunia ini.
Kita tidak perlu menjadi Soekarno ataupun Edison, asal kita mempunyai impian kita pasti bisa meraih kesuksesan dalam hidup. Jadi, bersyukurlah jika anda sudah menemukan apa-apa saja impian anda.
BERANI MEMULAI
“Jangan pernah menyimpan emas ke dalam sebuah peti yang terkunci rapat, karena ia akan tetap menjadi emas. Tidak akan menjadi apa-apa”
Jika anda sudah mempunyai impian, poin kedua yang cukup penting adalah berani memulai. Pertama, anda harus benar-benar mengerti apa impian anda tersebut, agar anda yakin ingin memulainya darimana dahulu. Tidak bisa jika impian anda ingin menjadi penyanyi tetapi anda malah melamar pekerjaan di Bank. Tidak bisa juga jika anda ingin menjadi seorang dokter tetapi anda tidak belajar di fakultas kedokteran, kebidanan atau tingkat pendidikan yang lain.
Kemudian, bagaimana jika kita sudah menemukan impian kita, namun kita tidak mempunyai daya untuk memulainya. Banyak dari kita yang mungkin merasa putus asa, memupuskan impian-impiannya jika dihadapkan oleh masalah ini. Jika kita ingin menjadi pengusaha sukses, namun kita tidak memiliki modal, atau jika kita ingin menjadi dokter namun, kita tidak ada biaya untuk kuliah. Saya pernah membaca buku pengusaha-pengusaha terkenal. Isinya sama saja, mereka juga pada awalnya dibingungkan oleh masalah modal. Namun, ada banyak usaha lain yang bisa ditempuh katanya. Yaitu, salah satunya anda bisa memulai usaha dengan dengkul. Kita tidak perlu memikirkan modal, karena kita memanfaatkan modal orang lain. Sama halnya dengan kuliah, mungkin kita dibebankan dengan masalah uang gedung, biaya SPP dan lain-lain. Sehingga kita terkadang berpikir bahwa kuliah itu hanya untuk orang-orang yang kaya saja, atau untuk golongan-golongan menengah keatas. Namun, perlu diketahui bahwa Universitas-Universitas di seluruh Indonesia ini juga menyediakan beasiswa-beasiswa bagi orang-orang yang tergolong kurang mampu. Akhir-akhir ini pun Pemerintah juga telah menyediakan program beasiswa Bidik Misi di seluruh Universitas Negeri yang pastinya akan memudahkan kita untuk merasakan akses pendidikan yang setara dengan golongan mana saja.
Inilah yang namanya segala kesulitan, hambatan, dan permasalahan niscaya ada jalan keluarnya. Jadi, tidak ada yang tidak mungkin bagi kita untuk bisa mencapai apa yang kita inginkan jika kita berani untuk memulainya (impian).
"I dont think that there is any other quality so essential to success of any kind as the quality of perseverance. It overcomes almost everything, even nature." Jhon D. Rockefeler.
Langganan:
Postingan (Atom)







