Pages

Minggu, 29 Juli 2012

Wahyu Saputra - Kesepian (Vierra's Song)



ISTILAH ILMU NEGARA


Istilah ilmu negara diambil dari istilah Belanda staatsleer” atau dari bahasa Jerman “die staatslehre”
Ilmu negara sebagaimana diartikan selama ini berasal dari Eropa Kontinental, dan melalui negeri Belanda dikenal pula di Indonesia. Kita mempergunakan istilah ilmu negara baru sesudah Revolusi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yakni setelah berdirinya Universitas Nasional yang pertama, yaitu Universitas Gajah Mada di Yogyakarta.
Batasan dan bidang penyelidikan ilmu negara
Objek penyelidikan ilmu negara adalah negara. Disamping itu ada ilmu politik, ilmu hukum tata negara, ilmu pemerintahan, ilmu perbandingan tata negara yang juga memiliki objek penyelidikan negara.
Oleh Jellinek ilmu-ilmu pengetahuan tentang negara disebut staatswissenschaften (dalam bukunya Die Algemeine Staatslehre).
Staatswissenschaft (dalam arti luas) di bagi 2 :
1. Staatswissenschaft (dalam arti sempit), dibagi 3 :
ü    Beschreibende staats wissenschaft
Maksudnya melukiskan dan menguraikan susunan negara, menunjukkan unsur-unsurnya dan membahas berbafai aspeknya. Yaitu secara deskriptif apa adanya dari negara-negara yang sudah ada/ masih ada.
ü    Theoritische staats wissenschaft,
Maksudnya sudah bersifat positif, nyata, dan diperoleh dari sesuatu yang dialami/diperoleh dari empiri. Bahan kajian dari Beschreibende S.W. dibandingkan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan-perbedaan. Theoritische staats wissenschaft dibagi 2 yaitu :
a.        algemeine staatslehre (ilmu negara umum), yang di bagi 2  juga :
-           Allgemeine sociale staatlehre, ditinjau dari segi sosial.
-           Allgemeine staatsrechtslehre, ditinjau dari segi hukum.
b.        Besondere staatslehre (pengertian khusus dari negara), yang dibagi 2  juga :
Ø    Individualle staatslehre, ditinjau dari totalitanya.
Ø    Spezialle staatslehre, ditinjau dari segi strukturnya, misal DPR, MPR.
ü    Angewandte staats wissenschaft
Maksudnya ilmu politik. Ilmu politik ini mempraktekkan segala hasil penyelidikan yang diperoleh staatslehre sebagai ilmu pengetahuan yang teoritis.
2. Staats rechts wissenschaft, dibagi atas :
ü    Hukum tata negara
ü    Hukum administrasi negara
ü    Hukum Keprajaan/pamong praja
ü    Hukum internasional
Ilmu negara berbeda dengan ilmu tata negara yang mengambil suatu negara tertentu sebagai sasaran penyelidikan, ilmu negara justru berada dalam pengertian yang abstrak, dalam arti bahwa penyelidikan dan pembahasan yang dilakukan ilmu negara tidaklah mengenai suatu negara yang secara konkret ada pada suatu waktu dan tempat tertentu, melainkan negara ‘terlepas’ baik dari dimensi waktu maupun tempat. Oleh karena itu hasil penyelidikan ilmu negara bersifat umum, ada juga yang menggunakan istilah ilmu negara umum (jellinek).
Hubungan ilmu negara dengan ilmu hukum tata negara:
Ilmu negara merupakan pengantar sebelum mempelajari hukum tata negara. Karena ilmu negara yang merupakan ilmu pengetahuan yang murni mempelajari dasar-dasar pokok dan sendi-sendi pokok daripada negara. Oleh karenanya ilmu negara dapat memberikan dasar-dasar teoritis untuk hukum tata negara yang positif dan konkret.
Hubungan ilmu negara dengan ilmu politik
Kata politik berasal dari kata ‘polis’ dalam bahasa Yunani kuno. Polis adalah kota yang menyerupai negara. (pada zaman yunani kuno terdapat suatu tempat tinggal bersama orang-orang di atas sebuah bukit dengan tembok/benteng yang kuat, yang mempunyai organisasi kekuasaan  tertnggi. Maka polis adalah suatu negara, disebut negara kota (city state), selanjutnya kata-kata yang berasal dari kata polis/politik/police dll dapat dikatakan berkaitan dengan negara.
Obyek penyelidikan ilmu politik adalah negara dalam arti umum. Yang diselidiki terutama adalah kekuatan-kekuatan sosial yang terdapat dalam masyarakat yang secara langsung dapat mempengaruhi pemerintahan negara, bahkan dapat ikut merubah dan menentukan struktur negara. Karenanya ilmu politik penyelidikannya berkaitan dengan faktor-faktor kekuasaan yang riil dalam masyarakat.
Persamaan ilmu negara dengan ilmu politik terletak pada obyeknya, yaitu keduanya mempelajari negara sebagai pengertian ‘genus’/umum. Bahkan dinegara Anglo-Amerika kedua ilmu tersebut tidak dibedakan. Ilmu tersebut identik.
Perbedaan keduanya terletak pada ‘focus of interest’.  Herman Heller menyatakan ilmu negara tugasnya terbatas pada usaha-usaha melukiskan lembaga-lembaga kenegaraan, sehingga sifatnya adalah deskriptif dan karenanya statis. Ilmu politik sebaliknya lapangan kerjanya lebih luas, karena juga meliputi usaha-usaha untuk mengadakan analisa dari peristiwa politik atau peristiwa yang terjadi dalam kehidupan negara, jadi sifatnya lebih dinamis.

Kamis, 31 Mei 2012

JANGAN TAKUT GAGAL

Didalam kehidupan ini, perlu kita sadari bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatunya itu berpasang-pasangan. Ada Laki-laki berarti ada juga perempuan. Jika ada tinggi, maka juga ada yang rendah. Jika ada yang kaya maka ada yang miskin. Begitu juga dengan adanya keberhasilan, pasti juga ada kegagalan.

Semua orang pasti tidak ingin mengalami kegagalan. Anda pun pasti merasa demikian. Apa itu gagal? persepsi setiap orang mungkin berbeda-beda dalam mengartikan kegagalan. Namun, sama definitifnya. Ada dua pandangan dalam menyikapi sebuah kegagalan. Disatu sisi seseorang akan merasa tertekan dan merasa tidak bisa; tidak cocok atau merasa tidak ditakdirkan untuk mendapatkan sesuatu yang sedang ia perjuangkan disaat ia gagal, namun disisi lain, apabila anda menyikapinya dengan hal yang berbeda maka kegagalan itu menjadi suatu pertanda bahwa ada hal yang perlu diperbaiki agar nantinya hal yang kita kerjakan menjadi lebih baik atau sesuatu yang kita perjuangkan dapat diraih, belajar dari sebuah kegagalan sebelumnya.

Tentu pandangan yang kedua inilah yang seharusnya dilakukan oleh seseorang apabila ia telah dihadapkan oleh kegagalan. Inilah yang namanya proses kehidupan. Jika saat ini anda merasa gagal menghasilkan, mendapatkan atau menjadi sesuatu yang anda inginkan, tentu jangan pernah berpikir anda tidak bisa.

Misalnya, suatu ketika diadakan sebuah kontes menyanyi di kota anda. Sebelumnya anda tidak pernah mengikuti lomba menyanyi seperti ini, atau kontes-kontes menyanyi manapun. Akhirnya, anda memutuskan untuk mengikuti kontes tersebut karena anda merasa mempunyai kualitas menyanyi yang baik dan ingin mengukur seberapa baik-kah cara menyanyi anda. Waktu terus berjalan dan kontes tersebut telah dimulai. Beberapa menit lagi giliran anda yang maju untuk menyanyikan sebuah lagu dihadapan dewan-dewan juri dan penonton serta pendukung anda. Kemudian muncul rasa was-was dan nervous yang berlebihan dalam diri anda karena mungkin ini adalah kali pertama anda bernyanyi dalam sebuah lomba. Cara menyanyi anda kacau dan tidak terkendali, kebingungan dan lupa lirik mungkin sampai-sampai rasa malu mencabik-cabik batin anda. Pada akhirnya, dewan juri mengumumkan tiga pemenang dan anda dinyatakan gagal dalam kontes tersebut. Mungkin, anda menyesal dan merasa bahwa anda sama sekali tidak mempunyai keahlian dalam bidang menyanyi serta tidak akan mengikuti kontes-kontes menyanyi lagi sampai kapanpun.

Ada sebuah kasus juga dimana seseorang sedang menjalankan bisnis usaha. Kemudian suatu ketika ia dihadapkan oleh sebuah permasalahan yang sulit sehingga ia tidak dapat menjalankan bisnisnya lagi, korban penipuan misalnya, atau terkena musibah kebakaran, perampokan dan lain-lain. Boleh dikatakan ia gagal dalam menjalankan bisnis. Namun, jika seseorang itu menanggapi kegagalan dengan poin yang kedua tadi, maka keadaan akan menjadi lebih baik. Bangkit dari kegagalan dan belajar dari kegagalan itu sendiri, dimana ia harus lebih berhati-hati lagi, memperkuat keamanan usahanya dan langkah-langkah positif lainnya sehingga dikemudian hari ia akan dengan mudah meraih kesuksesannya.

Dari kejadian tersebut, ada pelajaran yang dapat kita ambil bahwa kegagalan selalu datang lebih dulu daripada keberhasilan, dan kebanyakan seseorang akan memutuskan untuk berhenti berusaha menggapai impiannya sebagai imbas dari kegagalan tersebut. Padahal jika ia melanjutkan usahanya untuk mencapai sesuatu setelah kegagalan itu, mungkin ia tidak akan gagal lagi dan semakin dekat dengan kesuksesannya. Dapat dibilang, jika anda memulai impian anda ditangga pertama, kemudian anda gagal ditangga kedua, maka anda akan lebih mudah naik ditangga ketiga dan lebih cepat meraih kesuksesan.
Banyak pepatah juga yang bilang bahwa kegagalan adalah guru yang paling baik. Kegagalan adalah awal dari sebuah kesuksesan. Coba sekarang lihat Thomas Alfa Edison, 999 kali ia melakukan percobaan bola lampunya dan selalu gagal. Namun pada akhirnya, ia berhasil menciptakan bola lampunya pada percobaan ke-1000 kalinya sehingga dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia sampai detik ini. Pada abad ke-21 ini, dimana teknologi serba canggih dan modern, amat mustahil jika anda berhenti karena kegagalan. Edison saja bisa pada jamannya, mengapa anda tidak?

Rabu, 23 Mei 2012

Wahyu Saputra - Berharap Kau Kembali (J-Rocks Song)



Hahaha...
 
ga ada kerjaan, iseng-iseng minjem BB temen buat bikin video kayak gini.. haha ah biarin ah. sapa juga yang mau liat

hahahaha :D

Minggu, 15 April 2012

MERUBAH PARADIGMA

Paradigma dalam bahasa Inggris disebut paradigm dan dalam bahasa Perancis disebut paradigme. Istilah tersebut berasal dari bahasa Latin, yakni para dan deigma. Secara etimologis, para berarti (di samping, di rebelah) dan deigma berarti (memperlihatkan, yang berarti, model, contoh, arketipe, ideal). Sedangkan deigma berarti menunjukkan atau mempertunjukkan sesuatu. Berdasarkan uraian tersebut, secara epistemologis paradigma berarti di sisi model, di samping pola atau di sisi contoh.
Dalam dunia kerja, paradigma adalah suatu kunci yang cukup penting. Ibarat uang, maka ia berfungsi sebagai penentu seberapa cepat uang itu habis. Paradigma dapat juga disebut dengan cara pandang. Cara pandang dalam menghadapi masalah manusia satu dengan manusia yang lain itu berbeda-beda, untuk itu dari cara pandang yang berbeda-beda itulah dapat kita lihat manusia mana yang berhasil dan mana yang tidak.
Dibawah ini adalah bagan paradigma manusia pada umumnya dalam dunia usaha:
Manusia --> aktif --> bekerja --> mendapatkan penghasilan --> sukses
Hampir 90% manusia di dunia ini menjalankan paradigma yang demikian. Mereka setiap hari, bangun pagi, berangkat ke kantor kemudian di awal bulan berikutnya memperoleh upah atau gaji sebagai hasil jerih payahnya bekerja. Apabila seseorang itu konsisten terhadap pekerjaannya, maka ia dapat memastikan kesuksesannya. Memang cara demikian ini aman bagi orang-orang pada umumnya. Jika mereka ingin mendapatkan uang, maka mereka harus bekerja. Namun, pertanyaannya, bagaimana jika ia sakit, sehingga ia tidak dapat bekerja seperti biasanya. Gambaran sederhananya seperti ini:
Lanusia --> pasif --> tidak bekerja --> tidak mendapatkan penghasilan --> sukses??
Jika seseorang itu kemudian sakit, kecelakaan mungkin misalnya, atau terlibat kasus hukum sehingga ia terpaksa tidak dapat bekerja, maka sangat pasti dia tidak akan memperoleh penghasilan. Apalagi jika ditambah dengan biaya berobat yang cukup besar. Penyakit yang dideritanya mungkin membutuhkan perawatan ke Rumah Sakit dengan mengeluarkan uang yang banyak, sedangkan, ia tidak mempunyai cukup tabungan untuk hal tersebut. Maka kesuksesan menjadi pertanyaan.
Perlu diketahui juga bahwa pola paradigma yang saya jelaskan diatas sama dengan perumpamaan cara kerja seekor cicak dalam mencari makanan. Cicak juga melakukan hal demikian, yaitu untuk menjaga kelangsungan hidupnya cicak harus mencari serangga setiap saat untuk dimakan.
Mungkin anda menganggap cara ini kurang efektif. Coba kita pelajari paradigma selanjutnya. Yaitu paradigma yang dijalankan oleh 10% orang-orang di dunia. Bagan berikut ini akan membantu saya untuk menjelaskan bagaimana paradigma ini bekerja, sebagai berikut:
Manusia --> aktif --> bekerja --> membangun aset --> mendapatkan penghasilan -->sukses
Dari bagan diatas, dapat kita ketahui bahwa seseorang masih dituntut untuk bekerja untuk meraih kesuksesan. Namun, disamping bekerja, ia juga diarahkan untuk membangun aset. Kemudian dia memperoleh uang/ penghasilan dari pekerjaannya dan suatu saat dia akan mendapatkan kesuksesan. Sekarang kita lihat bagaimana jika suatu saat manusia tersebut sakit atau pensiun.
Manusia --> pasif --> tidak bekerja --> aset --> mendapatkan penghasilan --> sukses
Berbeda dengan tipe paradigma yang sebelumnya. Kali ini, meskipun seseorang dalam keadaan pasif, atau tidak bekerja namun tetap memperoleh uang dan pada akhirnya sukses. Mengapa demikian? Kok kedengarannya mustahil, tidak mungkin terjadi.
Jawabannya, jelas sangat mungkin terjadi. Karena dalam paradigma ini, asetlah yang bekerja menggantikan kita. Jadi, perbedaannya disini terdapat pada kata “aset”. Pertanyaannya, apakah aset itu?

Ambil contoh yang paling sederhana, rumah kos-kosan. Mungkin selama anda bekerja puluhan tahun, anda dapat menyisihkan penghasilan anda untuk dijadikan tabungan. Kemudian, jika tabungan mencukupi, silahkan mendirikan rumah kos-kosan di wilayah dekat rumah anda. Karena saya yakin, mahasiswa di Kota Malang saja banyak sekali yang membutuhkan rumah kos-kosan. Disamping, harganya terjangkau, juga karena mereka jauh dari keluarga atau berasal dari luar kota.
Dengan memiliki rumah kos-kosan tersebut, setiap bulannya anda mendapatkan uang tambahan disamping penghasilan dari pekerjaan utama anda. Dan jika suatu saat pensiun atau sakit/ tidak bekerja dalam waktu yang cukup lama, maka anda tidak perlu khawatir lagi dengan yang namanya finansial, karena aset berupa kos-kosan tersebut menghasilkan uang untuk anda setiap bulannya. Masih banyak contoh aset yang lain, bisa properti seperti apartemen, toko, pabrik dan lain-lain.
Sekarang, coba lihat bagaimana cara kerja laba-laba dalam mencari mangsa. Sama seperti hewan-hewan lainnya, mereka tetap mencari mangsa seperti pada umumnya. Namun, kelebihan yang dimiliki laba-laba yang konon dalam sejarah Rasulullah SAW, turut membantu Beliau bersembunyi di Gua Hiro dengan membuat sarang laba-laba sehingga menyelamatkan Rasulullah SAW dari musuh-musuhnya, adalah ada pada sarang laba-labanya itu. Selain ia berburu, si laba-laba membangun sebuah jaring-jaring seperti benang-benang halus berwarna putih untuk menangkap mangsa-mangsanya yang lain. Kemudian, suatu saat jika si laba-laba enggan berburu, maka ia dapat dengan mudah memakan mangsa-mangsa yang tertangkap dalam jaringnya. Perumpamaan Jaring laba-laba itulah yang disebut dengan aset.
BEKERJA + ASET = SUKSES
Jadi, bagi anda yang berada pada paradigma kebanyakan orang, kini anda dapat mencoba merubah paradigma anda ke paradigma sukses yang baru saja saya jelaskan.

Senin, 09 April 2012

Jangan Takut dengan MLM

Bicara mengenai MLM (Multilevel Marketing), saya mempunyai cerita sendiri mengenai dunia usaha ini. Sewaktu masih duduk dikelas 2 SMA tepatnya, ada seorang teman dari ayah yang mempresentasikan sebuah bisnis MLM yang menurut saya sangat menjanjikan dimasa depan. Yang membuat saya tertarik adalah bisnis ini dengan modal yang sangat sedikit namun bisa menghasilkan keuntungan dan bonus yang sangat besar. Disinilah tergerak hati saya untuk mengenal lebih jauh bagaimana kinerja bisnis MLM itu.

Waktu itu saya menghadiri acara seminar bisnis MLM dari perusahaan berinisial T disebuah hotel di Malang. Perusahaan tersebut adalah salah satu perusahaan yang menjalankan konsep bisnis MLM yang saat ini berkembang di berbagai belahan dunia.

Disana saya melihat antusias yang sangat luar biasa dari para pemain atau pelaku di bisnis ini. Begitu musiknya diputar, dengan sangat semangat mereka semua berjoget ria. Saya yang baru pertama kali menghadiri acara seminar itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Saya tahu, bahwa hanya orang-orang yang menganggap negatif bisnis ini saja yang tidak akan kuat merasakan panasnya kobaran semangat yang ditunjukkan pemain-pemain bisnis MLM itu.

Sangat semangat dan penuh antusias, seperti itulah pemain bisnis MLM. Dalam benak saya, mereka itu adalah manusia-manusia yang luar biasa. Mengapa tidak? Ga siang ga malam kerjaannya kalau gak nyari prospek ya memfollow up, kalau gak gitu ya ikut seminar. Begitu kata mereka. Mereka juga kerap kali menganggap bahwa mereka itu memang benar-benar MLM sejati, Manusia Larut Malam”. Kalau kerja ga kenal waktu karena saking semangatnya,  bahkan waktu 24 jam itu dirasa kurang. Dari pagi pulangnya sampai pagi lagi. Mengenai istilah follow up nanti akan saya jelaskan lebih lanjut dalam babnya sendiri. Dikala susah dan senang, moto mereka adalah tetap semangat dan selalu semangat. Biarpun rentenir menagih hutang disana sini, meskipun sampai sakit sekalipun, mereka akan tetap menjadi manusia yang selalu semangat.

Karena menurut mereka, orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang penuh semangat. Ada juga yang bilang bahwa, tersenyum itu bagian dari rasa semangat yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha, usaha apa saja. Karena dengan tersenyum, Allah bisa menurunkan rejekinya dengan mudah kepada kita melalui bentuk mulut kita yang seperti mangkuk jika tersenyum. Berbeda dengan orang yang selalu cemberut, rejeki yang diturunkan-Nya tidak akan bisa kita terima dan akan berjatuhan sia-sia karena bentuk mulut kita yang seperti payung. Perumpamaan yang lucu ya.
-   -   -   -   -   -   -   -    -