Pages

Senin, 26 Maret 2012

IMPIAN

anshary90.wordpress.com
Berbicara mengenai impian tentu tidak akan pernah ada habisnya. Karena memang pada dasarnya manusia diciptakan sebagai makhluk yang tidak pernah puas. Namun, impian itu sangat penting adanya. Tanpa impian, manusia tidak akan bisa berkembang, berkompetisi, tidak akan bisa survive dalam kehidupannya yang cukup singkat ini. Tanpa impian, dia akan selalu dilanda kebingungan, tidak akan bisa menjalani hidup ini dengan baik. Mungkin, boleh dibilang manusia tidak akan bisa hidup.
 Ya, saya masih sangat yakin bahwa setiap manusia pasti tidak ada yang seperti itu. Setiap manusia pasti punya impiannya masing-masing, dan mempunyai pilihan yang berbeda-beda untuk mendapatkan impiannya itu. Impian bukan hanya sifat ingin memiliki suatu benda, namun juga berarti menginginkan suatu yang abstrak, yang akan terasa kongkrit keberadaannya jika seseorang itu berhasil mendapatkannya. Bisa berarti mendapatkan suatu jabatan tertentu, pekerjaan, pendidikan, ataupun status sosial tertentu dalam masyarakat.
Misalnya, keinginan untuk memiliki suatu benda seperti mobil, rumah atau barang-barang mewah lainnya dengan keinginan untuk bekerja di suatu perusahaan besar, bekerja dengan pendapatan yang besar dan atau status sosial yang tinggi dimasyarakatnya tentu merupakan beberapa hal yang berbeda namun berkaitan, dua hal yang tidak bisa dilepaskan. Untuk bisa bekerja di suatu Perusahaan besar, anda harus berani bersaing, harus berani berusaha sekeras mungkin untuk bisa mengalahkan ribuan orang yang mengantri untuk mendapatkan posisi di Perusahaan tersebut. Sama halnya dengan impian untuk memiliki mobil. Tidak mungkin anda bisa menikmati mobil mewah, yang harganya bisa mencapai ratusan juta jika anda sendiri malas-malasan bekerja, atau bahkan menganggur. Apalagi jika anda berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja.
Setiap manusia pasti mempunyai impian yang bermacam-macam. Belum tentu impian saya sama dengan impian anda. Begitu juga cara untuk mendapatkan impian tersebut pasti berbeda-beda, namun terdapat persamaan prinsip yang harus kita perhatikan.

BERANI BERMIMPI
Dulu sewaktu masih kecil, kita pasti sudah mengenal apa itu cita-cita. Ada yang bercita-cita ingin menjadi pilot, dokter, polisi, bahkan ada juga yang bercita-cita untuk menjadi seorang Presiden. Meskipun orangtua kita mungkin sering berkata, jangan bercita-cita terlalu tinggi, nanti jatuhnya sakit. Namun kita tetap teguh kepada cita-cita kita tersebut, mungkin malah semakin menjadi-jadi, seperti “Aku ingin terbang mengelilingi dunia”. Kini, seiring dengan bertambahnya usia, dimana kita sudah mulai mengerti banyak hal dalam kehidupan, banyak dari kita yang merasa takut dan ragu akan impian-impiannya dimasa kecil. Malah ada yang berkata bahwa, hidup itu tidak perlu muluk-muluk, jalani seperti air yang mengalir. Pernyataan tersebut tentu boleh-boleh saja. Tetapi, hasilnya juga pasti akan biasa-biasa saja. Kita tidak akan bisa menjadi apa-apa jika kita tidak ada sedikitpun keberanian untuk bermimpi.
Kemudian, bagaimana seorang Koesno Sosrodihardjo (Ir. Soekarno) bisa menjadi pemimpin besar Negeri ini, dan seorang Thomas Alfa Edison menjadi ilmuan besar dengan penemuan bola lampunya. Tentu karena impian besarnya lah yang membawa mereka menjadi manusia yang sampai saat ini masih dikenang. Mungkin tanpa kegigihan perjuangan Soekarno dan pahlawan-pahlawan kita beserta mimpi-mimpinya akan kemerdekaan, kita belum tentu bisa menikmati kehidupan seperti ini dan mungkin juga tanpa semangat Edison dengan penemuan lampunya, dimana dia menghabiskan ribuan kali percobaan yang selalu gagal, tidak akan ada lampu dunia ini.
Kita tidak perlu menjadi Soekarno ataupun Edison, asal kita mempunyai impian kita pasti bisa meraih kesuksesan dalam hidup. Jadi, bersyukurlah jika anda sudah menemukan apa-apa saja impian anda.
BERANI MEMULAI
Jangan pernah menyimpan emas ke dalam sebuah peti yang terkunci rapat, karena ia akan tetap menjadi emas. Tidak akan menjadi apa-apa

Jika anda sudah mempunyai impian, poin kedua yang cukup penting adalah berani memulai. Pertama, anda harus benar-benar mengerti apa impian anda tersebut, agar anda yakin ingin memulainya darimana dahulu. Tidak bisa jika impian anda ingin menjadi penyanyi tetapi anda malah melamar pekerjaan di Bank. Tidak bisa juga jika anda ingin menjadi seorang dokter tetapi anda tidak belajar di fakultas kedokteran, kebidanan atau tingkat pendidikan yang lain.
Kemudian, bagaimana jika kita sudah menemukan impian kita, namun kita tidak mempunyai daya untuk memulainya. Banyak dari kita yang mungkin merasa putus asa, memupuskan impian-impiannya jika dihadapkan oleh masalah ini. Jika kita ingin menjadi pengusaha sukses, namun kita tidak memiliki modal, atau jika kita ingin menjadi dokter namun, kita tidak ada biaya untuk kuliah. Saya pernah membaca buku pengusaha-pengusaha terkenal. Isinya sama saja, mereka juga pada awalnya dibingungkan oleh masalah modal. Namun, ada banyak usaha lain yang bisa ditempuh katanya. Yaitu, salah satunya anda bisa memulai usaha dengan dengkul. Kita tidak perlu memikirkan modal, karena kita memanfaatkan modal orang lain. Sama halnya dengan kuliah, mungkin kita dibebankan dengan masalah uang gedung, biaya SPP dan lain-lain. Sehingga kita terkadang berpikir bahwa kuliah itu hanya untuk orang-orang yang kaya saja, atau untuk golongan-golongan menengah keatas. Namun, perlu diketahui bahwa Universitas-Universitas di seluruh Indonesia ini juga menyediakan beasiswa-beasiswa bagi orang-orang yang tergolong kurang mampu. Akhir-akhir ini pun Pemerintah juga telah menyediakan program beasiswa Bidik Misi di seluruh Universitas Negeri yang pastinya akan memudahkan kita untuk merasakan akses pendidikan yang setara dengan golongan mana saja.
Inilah yang namanya segala kesulitan, hambatan, dan permasalahan niscaya ada jalan keluarnya. Jadi, tidak ada yang tidak mungkin bagi kita untuk bisa mencapai apa yang kita inginkan jika kita berani untuk memulainya (impian).

"I dont think that there is any other quality so essential to success of any kind as the quality of perseverance. It overcomes almost everything, even nature." Jhon D. Rockefeler. 

0 komentar:

Posting Komentar